AGROKLIMATOLOGI UNSRI

Thursday, October 18, 2012

AGROKLIMATOLOGI UNSRI

Minggu, 15 April 2012

AGROKLIMATOLOGI UNSRI


NAMA            : PANTUN DAVID MANGATAS LUMBAN GAOL
NIM                : 05111007082
AGROKLIMATOLOGI / A
SOAL-SOAL
1.      Gambarkan Siklus Hidrologi air !
2.      Jelaskan terjadinya siklus hidrologi !
3.      Apakah yang dimaksud dengan presipitasi dan bagaimana terjadinya ?
4.      Apaka yang dimaksud dengan infiltrasi dan bagaimana terjadinya ?
5.      Apakah yang dimaksud perkolasi?
6.      Apakah yang dimaksud dengan evaporasi, transpirasi, dan evatranpirasi ?
7.    Apakah yang dimaksud dengan air tanah dan aliran air tanah ?
8.      Bagaimana terjadinya sumur Atesis (keluarnya air tanah pada suatu tempat spring walen?
9.      Bagaimana terjadinya hujan ?
10.  Apa yang anda ketahui dengan kejadian hujan asam ?
11.  Mengapa hujan tidak merata menurut waktu dan tempat ?
12.  Apa guna pertanian mempelajari siklus hidrologi ?
13.  Jelaskan apa yang dimaksud dengan Monsun ?
14.  Jelaskan terjadinya putting beliung !
JAWABAN
1.                   1.  Siklus hidrologi  (download sendirilah gambarnya )


      2.   Siklus ini terjadi akibat pengaruh sinar matahari. Matahari memanfaatkan energi panas keseluruhan permukaan bumi, kemudian terjadilah penguapan air dari sungai, danau, rawa, laut yang disebut evaporasi dan dari tumbuhan disebuttransporasi.
Uap air terbentuk dan naik ke atas, di tempat yang lebih tinggi suhu udara semakin rendah sehingga uap air akan mengalami proses kondensasi. Di tempat yang sangat tinggi seperti di daerah beriklim dingin atau sedang pada musim dingin uap
air dapat langsung membeku menjadi kristal-kristal es. Proses ini disebut proses sublimasi.
Proses sublimasi uap air berubah menjadi salju. Proses kondensasi uap air berubah menjadi kumpulan titik-titik air yang jatuh di permukaan bumi sebagai hujan.
Air hujan yang jatuh di permukaan bumi sebagian meresap ke dalam lapisan tanah melalui pori-pori tanah menjadi air tanah yang disebut Infiltrasi, dan selanjutnya mengalir ke permukaan bumi melalui sungai yang disebut Run-Off , ada juga yang tertahan di dedaunan tumbuhan yang disebut Intersepsi dan ada yang langsung jatuh ke laut.
      3 .TIPE PRESIPITASI
Tipe presipitasi dapat diidentifikasi melalui dua cara yaitu genetik dan bentuk.
Berdasarkan genetis dan asal mulanya, suatu presipitasi dapat terjadi apabila didukung oleh tiga faktor utama yaitu tubuh udara yang lembab, inti kondensasi dan suatu sarana untuk menaikkan udara yang lembab. Proses naiknya udara yang lembab dapat berlangsung dengan tiga cara yaitu konvektif, orografik, dan siklonik
Hujan Konvektif
Proses naiknya udara secara konvektif diawali dengan terjadinya pemanasan udara yang terdapat dipermukaan tanah. Akibat pemanasan tersebut maka udara yang terpanaskan akan ringan dan naik dengan penurunan suhu secara adiabatik. Hujan ini biasanya terjadi pada cakupan wilayah yang sempit dengan waktu yang relatif singkat. Hujan ini terdiri dari arus-arus lokal yang hangat dan lembab yang biasnya membentuk awan comuli atau berkembang menjadi awan comulinimbus. Sehingga menghasilkan hujan yang lebat disertai kilat dan guntur dan sering disertai hail. Hujan konvektif ditandai dengan:
  1. terpencar-pencar(setengah dari total hujan jatuhb pada awal 10% dari interval waktu) , pada luasan yang relatif sempit (20-50 Km) atau sering berupa hujan lokal.
  2. Banyak hujan konveksi mempunyai siklus musiman dan harian yang berhubungan dengan pemanasan radiasi surya.
Hujan Orografik
Hujan yang dihasilkan oleh naiknya udara lembab secara paksa oleh dataran tinggi atau pegunungan. Scurah hujan tahuna didataran tinggi pada umumnya lebih tinggi dari pada dataran rendah sekitarnya teruutama pada arah hadap angin.
Pengaruh dataran tinggi pada peningkatan curah hujan terutama adalah memberi dorongan /paksaan udara untuk naik. Pengaruh lain yang tidak langsung adalah:
  1. Mengahasilkan turbulensi alamiah yang kuat baik mekanik maupun konvektif karena melewati permukaan yang kasap.
  2. Merupakan penghalang dan memperlambat gerakan depresi (badai siklon)
  3. Menimbulkan konvergensi pada arus udara horizontal karena melewati lembah yang menyerupai cerobong
Dorongan naik oleh dataran tinggi membawa udara sampai ke aras kondensasi. Penambahan udara hasil kondensasi membuat udara menjadi tidak stabil dan terus naik. Pengaruh dataran tinggi pada hujan tidak semata-mata tergantung ketinggiannya tetapi juga pada suhu dan kelembaban udara yang naik serta arah dan kecepatan angin. Bila udra yang dipaksa naik adalah udara stabil maka akan menghasilkan awan tipe strati yang behubungan dengan curah hujan yang ringan dan jatuh dalam waktu yang lama. Tapi jika udara yang naik adalah udara yang tidak stabil maka akan menghasilkan tipe comuli dengan hujan yang deras.
Hujan Siklonik
Hujan yang disebabkan oleh gerakan udara naik dalam skala besar yang berasosiasi dengan system pusat tekanan rendah(siklon). Gerakan udara yang naik biasanya perlahan-lahan sehingga bisa tersebbar luas. Hujan agak lebat dalma waktu yang agak panjang dan meliputi daerah yang luas.
Hujan Frontal
Biasanya terjadi pada lintang menengah akibat dari naiknya massa udara yang mebgalami konvergensi. Jika dua mass udara bertemu (udara hangat yang lembab dengan udara dingin yang kering) maka ketidakstabilan atmosfer akan meningkat udara akan naik dan menghasilkan awan. Bagian terdepan dari massa udara yag lebih hangat dan lebih dingin dari udara sekitarnya disebut front. Oleh karena itu hujan yang dihasilkan akibat front panas dan front dingin disebut hujan frontal.
4. Infiltrasi adalah proses meresapnya air atau proses meresapnya air dari permukaan tanah melalui pori-pori tanah. Dari siklus hidrologi, jelas bahwa air hujan yang jatuh di permukaan tanah sebagian akan meresap ke dalam tanah, sabagian akan mengisi cekungan permukaan dan sisanya merupakan overland flow. Sedangkan yang dimaksud dengan daya infiltrasi (Fp) adalah laju infiltrasi maksimum yang dimungkinkan, ditentukan oleh kondisi permukaan termasuk lapisan atas dari tanah. Besarnya daya infiltrasi dinyatakan dalam mm/jam atau mm/hari. Laju infiltrasi (Fa) adalah laju infiltrasi yang sesungguhnya terjadi yang dipengaruhi oleh intensitas hujan dan kapasitas infiltrasi.
Infiltrasi mempunyai arti penting terhadap :
a. Proses Limpasan
Daya infiltrasi menentukan besarnya air hujan yang dapat diserap ke dalam tanah. Sekali air hujan tersebut masuk ke dalam tanah ia akan diuapkan kembali ataumengalir sebagai air tanah. Aliran air tanah sangat lambat. Makin besar daya infiltrasi, maka perbedaan antara intensitas curah dengan daya infiltrasi menjadi makin kecil. Akibatnya limpasan permukaannya makin kecil sehingga debit puncaknya juga akan lebih kecil.
b. Pengisian Lengas Tanah (Soil Moisture) dan Air Tanah
Pengisian lengas tanah dan air tanah adalah penting untuk tujuan pertanian. Akar tanaman menembus daerah tidak jenuh dan menyerap air yang diperlukan untuk evapotranspirasi dari daerah tak jenuh tadi. Pengisian kembali lengas tanah sama dengan selisih antar infiltrasi dan perkolasi (jika ada). Pada permukaan air tanah yang dangkal dalam lapisan tanah yang berbutir tidak begitu kasar, pengisian kembali lengas tanah ini dapat pula diperoleh dari kenaikan kapiler air tanah.
Faktor-faktor yang mempengaruhi infiltrasi adalah:
1. Karakteristik –karakteristik hujan
2. Kondisi-kondisi permukaan tanah
• Tetesan hujan, hewan maupun mesin mungkin memadatkan permukaan tanah dan mengurangi infiltrasi.
• Pencucian partikel yang halus dapat menyumbat pori-pori pada permukaan tanah dan mengurangi laju inflasi.
• Laju infiltrasi awal dapat ditingkatkan dengan jeluk detensi permukaan.
• Kepastian infiltrasi ditingkatkan dengan celah matahari.
• Kemiringan tanah secara tidak langsung mempengaruhi laju infiltrasi selama tahapan awal hujan berikutnya.
• Penggolongan tanah (dengan terasering, pembajakan kontur dll) dapat meningkatkan kapasitas infiltrasi karena kenaikan atau penurunan cadangan permukaan.
3. Kondisi-kondisi penutup permukaan
• Dengan melindungi tanah dari dampak tetesan hujan dan dengan melindungi pori-pori tanah dari penyumbatan, seresah mendorong laju infiltrasi yang tinggi
• Salju mempengaruhi infiltrasi dengan cara yang sama seperti yang dilakukan seresah.
• Urbanisasi (bangunan, jalan, sistem drainase bawah permukaan) mengurangi infiltrasi.
4. Transmibilitas tanah
• Banyaknya pori yang besar, yang menentukan sebagian dari setruktur tanah, merupakan salah satu faktor penting yang mengatur laju transmisi air yang turun melalui tanah.
• Infiltrasi beragam secara terbalik dengan lengas tanah.
5. Karakteristik-karakteristik air yang berinfiltrasi
• Suhu air mempunyai banyak pengaruh, tetapi penyebabnya dan sifatnya belum pasti.
• Kualitas air merupakan faktor lain yang mempengaruhi infiltrasi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi daya infiltrasi antara lain :
a. Dalamnya genangan di atas permukaan tanah (surface detention) dan tebal lapisan jenuh
b. Kadar air dalam tanah
c. Pemampatan oleh curah hujan
d. Tumbuh-tumbuhan
e. Karakteristik hujan
f Kondisi-kondisi permukaan tanah
Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi laju infiltrasi antara lain :
a. Jenis permukaan tanah
b Cara pengolahan lahan
c. Kepadatan tanah
d. Sifat dan jenis tanaman.
5.      Perkolasi Proses berlangsungnya air masuk ke permukaan tanah kita kenal dengan infiltrasi, sedang perkolasi adalah proses bergeraknya air melalui profil tanah karena tenaga gravitasi. Laju infiltrasi dipengaruhi tekstur dan struktur, kelengasan tanah, kadar materi tersuspensi dalam air juga waktu.
6.      a. evaporasi secara sederhana dapat diartikan sebagai proses penguapan. Lebih rinci lagi, evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air). Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi. Umumnya penguapan dapat dilihat dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume signifikan.
b. Transpirasi adalah hilangnya uap air dari permukaan tumbuhan
c. Evapotranspirasi adalah kombinasi proses kehilangan air dari suatu lahan bertanaman melalui evaporasi dan transpirasi. Evaporasi adalah proses dimana air diubah menjadi uap air (vaporasi, vaporization) dan selanjutnya uap air tersebut dipindahkan dari permukaan bidang penguapan ke atmosfer (vapor removal).
7.      a. Air tanah adalah air yang terdapat dalam pori-pori tanah atau pada celah-celah batuan. Air tanah terbentuk dari air hujan. Pada saat turun hujan, sebagian titik-titik air meresap ke dalam tanah (infiltrasi). Air hujan yang masuk itu yang menjadi adangan air tanah. Volume air yang meresap ke dalam tanah tergantung pada jenis lapisan batuannya. Berdasarkan kenyataan tersebut terdapat pula dua jenis batuan utama, yaitu lapisan kedap (impermiable) dan lapisan tanah tidak kedap air (permeable).
b. aliran air tanah adalah pergerakan air didalam tanah.
8.      Sebuah akuifer artesis adalah sebuah akuifer terbatas berisi air tanah yang akan mengalir ke atas melalui sebuah sumur yang disebut sumur artesis tanpa perlu dipompa. Air dapat mencapai permukaan tanah apabila tekanan alaminya cukup tinggi, dalam hal ini sumur itu disebut sumur artesis mengalir.
9.      . Presipitasi termasuk di dalamnya adalah hujan, hujan salju, kabut, embun, dan hujan es. Hujan merupakan sumber dari semua air yang mengalir di sungai dan di dalam tampungan baik di atas maupun di bawah permukaan. Jumlah dan variasi debit sungai tergantung pada kedalaman, jumlah, intensitas dan distribusi hujan. Terdapat hubungan antara debit sungai dan curah hujan yang jatuh di DAS yang bersangkutan dimana hujan yang jatuh ke permukaan bumi akan masuk ke dalam tanah sebagai air tanah dan sisanya akan akan mengalir sebagai limpasan permukaan yang kemudian akan bermuara ke sungai. Syarat-syarat terjadinya hujan adalah adanya kenaikan udara yang mengandung uap air dan kemudian menjadi dingin dan terjadi kondensasi. Air berkondensasi dari gas (vapor) menjadi cair (liquid). Bila suhu mencapai di bawah titik beku maka akan terbentuk kristal es. Kondensasi memerlukan suatu ruang atau tempat yang dinamakan inti kondensasi (condentation nucleus) dimana molekul air menyatu dengan sendirinya. Partikel debu yang mengambang di udara dapat berfungsi sebagai inti kondensasi, partikel ini mengandung ion yang merupakan inti yang efektif karena secara elektrostatis dapat menarik molekul air. Ion yang berada di atmosfer terdiri dari partikel garam (evaporasi dari laut), sulfur, dan nitrogen. Diameter dari partikel ini berkisar antara 10-3 – 10µm dan nama dari partikel ini adalah aerosol.
Butir-butir air yang kecil makin membesar karena kondensasi dan karena saling menyatu dengan sesamanya selama terbawa oleh udara yang turbulen, sampai cukup besar sehingga gaya gravitasi mengakibatkan butir-butir air ini jatuh sebagai hujan. Pada waktu jatuhnya butir-butir air ini terjadi proses evaporasi sehingga ukuran butiran air mengecil dan terbawa kembali menjadi aerosol melalui aliran udara turbulen. Kekuatan arus udara ¬¬¬+ 0,5 cm/s cukup untuk membawa 10µm butir air. Kristal es dengan berat yang sama dapat terbawa dengan kecepatan yang lebih rendah karena memiliki ukuran yang lebih besar.
Siklus kondensasi dari jatuhnya butir air, evaporasi dan naiknya butir air ke udara terjadi rata-rata 10 kali sebelum mencapai ukuran kritis + 0,1 mm, dimana cukup besar untuk jatuh sebagai hujan
10.  . Hujan asam diartikan sebagai segala macam hujan dengan pH di bawah 5,6. Hujan secara alami bersifat asam (pH sedikit di bawah 6) karena karbondioksida (CO2) di udara yang larut dengan air hujan memiliki bentuk sebagai asam lemah. Jenis asam dalam hujan ini sangat bermanfaat karena membantu melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang.
Hujan asam disebabkan oleh belerang (sulfur) yang merupakan pengotor dalam bahan bakar fosil serta nitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur dioksida dan nitrogen oksida. Zat-zat ini berdifusi ke atmosfer dan bereaksi dengan air untuk membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang mudah larut sehingga jatuh bersama air hujan. Air hujan yang asam tersebut akan meningkatkan kadar keasaman tanah dan air permukaan yang terbukti berbahaya bagi kehidupan ikan dan tanaman
Pada dasarnya Hujan asam disebabkan oleh 2 polutan udara, Sulfur Dioxide (SO2) dan nitrogen oxides (NOx) yang keduanya dihasilkan melalui pembakaran. Akan tetapi sekitar 50% SO2 yang ada di atmosfer diseluruh dunia terjadi secara alami, misalnya dari letusan gunung berapi maupun kebakaran hutan secara alami. Sedangkan 50% lainnya berasal dari kegiatan manusia, misalnya akibat pembakaran BBF, peleburan logam dan pembangkit listrik. Minyak bumi mengadung belerang antara 0,1% sampai 3% dan batubara 0,4% sampai 5%. Waktu BBF di bakar, belerang tersebut beroksidasi menjadi belerang dioksida (SO2) dan lepas di udara. Oksida belerang itu selanjutnya berubah menjadi asam sulfat .
11.  Hujan tidak merata pada suatu tempat krena adanya perbedaan suhu di tempat tersebut.
Sifat musim penghujan seperti ini dipengaruhi oleh ketersediaan uap air di Indonesia yang masih kurang. Sehingga, pengumpulan awan hitam penyebab hujan tidak merata. Kondisi uap air seperti itu bisa menciptakan awan tebal yang biasa disebut awan Cumulus nimbus.
12.  Pertanian mempelajari siklus air adalah untuk mengetahui dari manakah air itu berasal, berada dimana dan sampai dimanakah air tersebut mengalir. Air sangat berguna bagi pertanian untuk dalam hal bercocok tanam, dn pemeliharaan tanaman.
13.  Muson, disebut juga angin muson atau angin musim, adalah angin periodik yang terjadi terutama di Samudra Hindia dan sebelah selatan Asia. Kata ini juga digunakan untuk menyebut musim di saat angin ini bertiup dari arah barat daya di India dan wilayah-wilayah di sekitarnya yang ditandai dengan curah hujan yang besar serta hujan yang dikaitkan dengan angin jenis ini.
14.  puting beliung adalah angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 60-90 kilometer per jam yang berlangsung selama 5-30 menit. Angin puting beliung terjadi akibat adanya perbedaan tekanan sangat besar dalam area skala sangat lokal yang terjadi di bawah atau di sekitar awan Cumulonimbus
Jika Kamu Suka, Tolong Klik Tombol:
nonton tv online, panduan belajar blogger, blog hiburan, template seo friendly



Semoga artikel ini bermanfaat. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://most-unique-things.blogspot.com/2012/10/agroklimatologi-unsri.html. Terima kasih telah membaca artikel ini.
Judul: AGROKLIMATOLOGI UNSRI | Ditulis oleh | Rating Blog 5 dari 5
Reactions:

0 comments:

Post a Comment