LAPORAN TETAP PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI PERTANIAN

Thursday, October 18, 2012

LAPORAN TETAP PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI PERTANIAN

Kamis, 26 April 2012


LAPORAN TETAP
PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI PERTANIAN
---
Nama   : Pantun david mangatas lumban gaol      Tanggal     : 20 April 2012
Nim     : 05111007082                                               Asisten : 1.Amelia Feryana
Kelas   : D                                                                                 2.Jerry Pebryansyah
Judul   : Taman Mikroba                                                           3.Hendri Candro M
                                                                                                  4.Angga Pratama
                                                                                                  5.Desinta Veronika
                                                                                                  6.Okky Sanjaya
                                                                                                  7.Iga S Sofita
                                                                                                  8.Indah Wahyuni
---
I. Tujuan
     Untuk mempelajari dan mengamati mikroorganisme yang umum terdapat pada beberapa media baik secara makroskopis ataupun secara mikroskopis. Selanjutnya juga untuk mencoba menggolongkan masing-masing jasad yang berhasil diamati dalam percobaan.
II. HASIL DAN PEMBAHASAN
A,HASIL
 Alat dan Bahan
1.      Bayam
2.      Roti yang telah rusak (berjamur)
3.      Kangkung
4.      Kacang hijau
5.      Pisang ambon
6.      Plastic
7.      Label
8.      Wadah tempat media
 Cara Kerja Praktikum
1.      Berilah label pada wadah dengan angka 1, 2, 3, 4, 5
2.      Masukkanlah media kedalam wadah dengan perlakuan masing-masing adalah sebagai berikut:
·        Mangkok I, masukkan pisang ambon dengan keadaan masih memiliki kulit, kemudian tusuk-tusuk lah pisang tersebut dengan benda tajam.
·   Mangkok II, masukkan bayam dengan keadaan dipotong-potong kecil, kemudian berilah air sedikit.
·     Mangkok III, masukkan kangkung dengan keadaan yang sama dengan bayam yaitu dipotong-potong kecil, kemudian berilah air sedikit.
·   Mangkok IV, masukkan biji-biji kacang hijau dengan keadaan normal, kemudian berilah sedikit air
·    Mangkok V, masukkan roti yang sudah rusak (berjamur) dengan keadaan dipotong-potong kecil.
3.  Selanjutnya tutup lah wadah dengan menggunakan plastik perekat dengan keadaan tertutupi  sepenuhnya.
4.      Kemudian simpanlah media pada tempat yang tepat.
5.      Lakukan penelitian setiap hari selama 3 hari.
Skema Kerja
Hari/tanggal
Objek
Perlakuan
Warna Koloni
Jenis Koloni
Keterangan
 senin,
13 april 2012
 bayam
 dipotong
hijau
 -
 pisang
 ditusuk
hitam, coklat
bakteri
 k. hijau
 dipercik air
 hijau
 -
 roti busuk
  dipotong
hijau-putih
 jamur
 kangkung
 dipotong
 hijau
 -
 selasa,
14 april 2012
  bayam
 dipotong
 hijau
 -
 pisang
 ditusuk
hitam-coklat
 bakteri
 k. hijau
 dipercik air
hijau
 -
 roti busuk
 dipotong
 hijau-putih
 jamur
 kangkung
 dipotong hijau
 -
 rabu,
15 april 2012
  bayam
 dipotong
 hijau
 -
 pisang
ditusuk
hitam, coklat
bakteri
 -
k. hijau dipercik air hijau
 -
roti busuk  dipotong
 hijau-putih
 jamur
kangkung  dipotong hijau
 -

B.PEMBAHASAN
     Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme yang berukuran sangat kecil sehingga untuk mengamatinya diperlukan alat bantuan. Mikroorganisme disebut juga organisme mikroskopik. Mikroorganisme seringkali bersel tunggal (uniseluler) maupun bersel banyak (multiseluler) . Namun, beberapa protista bersel tunggal masih terlihat oleh mata telanjang dan ada beberapa spesies multisel tidak terlihat mata telanjang. Virus juga termasuk ke dalam mikroorganisme meskipun tidak bersifat seluler.
      Melalui praktikum ini dapat diketahui bahwa ternyata baik melalui udara sedikit pun mampu masuk kedalam makanan yang dikelola baik itu berupa tanaman maupun tumbuhan, memiliki mikroba patogen terhadap makanan. Jelas tiap mikroba memiliki keuntungan serta kerugian bagi mahluk hidup yang hidup disekitarnya. Namun apabila diteliti secara umum, mikroorganisme baik itu berupa bakteri, virus, maupun jamur sekalipun memiliki dominansi merugikan bagi mahluk hidup. Selain itu pertumbuham mikroorganisme dalam bahan pangan juga dapat mengakibatkan perubahan fisik atau kimia yang tidak diinginkan, sehingga bahan pangan tersebut tidak layak dikomsumsi. Kejadian ini biasanya terjadi pada pembusukan bahan pangan. Bahan pangan dapat bertindak sebagai perantara atau substrat untuk pertumbuhan mikroorganisme patogenik dan organisme lain penyebab penyakit. Penyakit menular yang cukup berbahaya seperti tifus, kolera, disentri, atau tbc, mudah tersebar melalui bahan makanan.
     Secara umum, istilah keracuan makanan yang sering digunakan untuk menyebut gangguan yang disebabkan oleh mikroorganisme, mencakup gangguan-gangguan yang diakibatkan termakannya toksin yang dihasilkan organisme-organisme tertentu dan gangguan-gangguan akibat terinfeksiorganisme penghasil toksin. Toksin-toksin dapat ditemukan secara alami pada beberapa tumbuhan dan hewan atau suatu produk metabolit toksik yang dihasilkan suatu metabolisme. Dengan demikian, intoksikasi pangan adalah gangguan akibat mengkonsumsi toksin dari bakteri yang telah terbentuk dalam makanan, sedangkan infeksi pangan disebabkan masuknya bakteri ke dalam tubuh melalui makanan yang telah terkontaminasi dan sebagai akibat reaksi tubuh terhadap bakteri atau hasil-hasil metabolismenya.
     Mikroorganisme disebut sebagai endofit jika berada dalam tubuh tumbuhan setidaknya satu bagian dari siklus hidupnya, sehingga mikroorganisme ini tidak hanya numpang lewat atau menyebabkan penyakit (patogen). Mikroba endofit yang umum ditemukan adalah berupa bakteri dan jamur namun jamur lebih sering diisolasikan. Beberapa pihak bahkan berspekulasi bahwa masih dimungkinkan adanya beberapa jenis bakteri endofit lain, seperti ricketsia, dan archaebacteria. Karena tumbuh dalam jaringan tanaman, dimana tanaman yang satu tentunya berbeda dengan tanaman lainnya, maka tempat hidup bakteri sangat unik sifatnya. Bahkan, fisiologi tumbuhan tinggi termasuk yang berasal dari spesies yang sama akan beda di lingkungan yang berbeda. Karena itu keanekaragaman bakteri endofit sangatlah tinggi. Berdasarkan pertimbangan tersebut endofit dapat menjadi sumber berbagai metabolit sekunder baru yang berpotensi untuk dikembangkan dalam bidang medis, pertanian, dan industri.
     Dapatlah diketahui melalui praktikum taman mikrobia, bahwa mikroorganisme terdapat dimana saja baik itu berupa media yang berwujud padat sekalipun maupun cair serta gas. Sehingga tidaklah heran bagi kita jika terdapat anjuran dokter dimana-mana yang dominan mengenai mikrobayang terdapat pada makanan yang bersifat sembarang, sebab efek maupun dampak negatifnya amat berpengaruh pada kesehatan manusia maupun mahluk hidup lainnya. Bahkan mampu membunuh mahluk hidup apabila memakan makanan yang kurang steril. Dari praktikum ini juga dapat kita ketahui bahwa ternyata kecepatan serta kerapatan mikroorganisme dalam bereproduksi sehingga mampu membentuk koloni yang banyak dalam waktu yang amat relatif singkat. Kandungan protein maupun kandungan lainnya menjadi rumah bagi mikroba patogen sehingga mampu merusak bahkan membusukkan media serta makanan yang terdapat dalam suatu wadah.
Jika Kamu Suka, Tolong Klik Tombol:
nonton tv online, panduan belajar blogger, blog hiburan, template seo friendly



Semoga artikel ini bermanfaat. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://most-unique-things.blogspot.com/2012/10/laporan-tetap-praktikum-mikrobiologi_8092.html. Terima kasih telah membaca artikel ini.
Judul: LAPORAN TETAP PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI PERTANIAN | Ditulis oleh | Rating Blog 5 dari 5
Reactions:

0 comments:

Post a Comment